PONDOK PESANTREN DARUL HUDA MAYAK

PONDOK PESANTREN DARUL HUDA MAYAK

Kamis, 22 Maret 2012

MELIHAT DARUL HUDA LEBIH DEKAT


            Kala fajar menyingsing menyapa insan yang masih terlelap dalam buaian mimpi, para santri dibangunkan untuk megawali rutinitas harian mereka dengan terlebih dahulu melaksanakan sholat shubuh berjama’ah di masjid Manarul Huda, membuka cerita baru dalam perjalanan menuntut ilmu dengan terlebih dahulu menghadap pada Alloh Sang pencipta alam semesta. Usai sholat shubuh para santri melanjutkan kegiatan mereka dengan mengikuti pengajian wekton sesuai dengan tingkatan masing-masing.

            Pukul 05.30 setelah mengikuti pengajian wekton atau muhafadzoh selesai para santri kembali ke asrama, kemudian melaksanakan makan pagi dan mempersiapkan diri menyongsong hari untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah formal bagi santri tingkat MTs dan MA. Barulah kemudian mereka mengikuti kegiatan pendidikan formal (Mts/MA) ,dan juga perkuliahan di luar pondok bagi santri tingkat Mahasiswa. Kusus bagi santri MMH, yakni mereka yang tidak mengenyam pendidikan formal, untuk mengisi kegiatan diadakan pengajian kitab-kitab salaf, diantaranya kitab Kifayatul Ahkyar, Tambighul Ghofilin, dan lain-lain. Mereka yang mengikuti pengajian ini tergabung dalam majelis Ta’lim SHIROJUL HUDA. Sehingga meski banyak waktu yang terluang tak disia-siakan melainkan di isi dengan kegiatan keilmuan, umum maupun agama.
            Siang harinya, usai mengikuti sekolah formal dan juga perkuliahan, kegiatan selanjutnya adalah makan siang dan istirahat sejenak, sekedar untuk melepas lelah menyiapkan diri mengikuti kegiatan disekolah Diniyah Miftahul Huda pada sore hari. Puku 14.30, para santri meneruskan kegiatan mereka dengan mengikuti pendidikan diniyah di Madrasah Miftahul Huda, namun sebelum kegiatan belajar mengajar di mulai mereka terlebih dahulu melaksanakan muhafadzoh nahwu atau shorof sesuai dengan jenjang masing-masing santri, untuk meningkatkan kualitas hafalan mereka. Selain itu juga setiap hari selasa diadakan latihan Muhadhoroh. Proses belajar megajar dimulai setelah Muhafadzoh selesai pada pukul 15.00. disinilah nilai-nilai keilmuan salaf ditanamkan pada santri secara mendalam, sebai bekal agama di kehidupan mereka nantinya.
            Setelah makan sore santri melaksanakan jam’ah sholat mahgrib yang bertempat di Masjid Manarul Huda dan sebagian di komplek. seusai sholat mahgrib para santri megikuti tadarus Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sorogan Al-Qur’an maupun Kitab sesuai dengan tingkatan masing-masing. Adapun sorogan Al-qor;an dibagi empat tingkat, yaitu: tingkat I’dad (persiapan), mempelajari kitab Iqro’ sebagai dasar dari Imu baca Al-Qur’an. Kemudian tingkat al-qur’an 1, mengaji Juz Amma dan bebera bacaan do’a-do’a penting. Selanjutnya adalah tingkat Al-qur’an 2, mengaji juz 1-15, beserta hafalan Juz Amma dan pengenalan Qiro’ah Ghoribah atau bacaan asing dalam Al-qu’ran. Tingkat al-qur’an 3 megaji juz 16-30.
            Begitu juga dengan sorogan kitab juga dibagi menjadi empat tingkatan, yaitu: safinah 1, belajar memaknai dan membaca kitab Safinatun Naja bersyakal yang biasa disebut dengan kitab Jembrok. Kemudian Safinah 2, belajar membaca kitab Safinatun Naja kosongan. Serta dilanjutkan kitab Sulam Taufiq dan Fathul qorib.
            Setelah jama’ah Isya’ kegiatan selanjutnya adalah belar wajib bagi siswa tingkat Mts & MA, yang bertempat dikelas masing-masing. sedangkan bagi santri tingkat Mahasiswa dan MMH adalah kegiatan diskusi keilmuan salaf atau yang disebut dengan syawir, yang diadakan pada malam selasa dan malam kamis. Dengan demikian kemampuan mereka dalam memahami kitab salaf semakin terasah lewat diskusi tersebut.
            Begitulah aktifitas yang dilakukan para santri pondok pesantren darul huda, hingga akhirnya malam terus bergulir menggantikan sinar matahari. Saat santri beristirahat untuk mempersiapkan diri menghadapi hari esuk dengan segala rutinitasnya, dengan harapan selalu dalam bimbingan langsung alloh swt. Amin, yaarobbal alamiin….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar